Tampilkan postingan dengan label Turun Tanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Turun Tanah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Desember 2019

Tedak Siten

By Unknown   Posted at  22.13   Turun Tanah Bayi No comments
Tedak siten adalah suatu upacara dalam tradisi budaya Jawa yang dilakukan ketika anak pertama belajar jalan dan dilaksanakan pada usia sekitar tujuh atau delapan bulan. Tahapan dalam upacara tedak siten antara lain adalah:

Acara Tedak Siten



  • Membersihkan kaki
  • Injak tanah
  • Berjalan melewati tujuh wadah: ono jadah, jenang, karo sing liya
  • Tangga tebu wulung
  • Kurungan
  • Memberikan uang
  • Melepas ayam



Secara keseluruhan, upacara ini bermakna untuk mengajarkan konsep kemandirian pada anak. (Acara Tedak Siten)

Kamis, 29 Desember 2016

Prosesi Tedak Siten

By Unknown   Posted at  22.33   Turun Tanah Bayi No comments
Prosesi Tedak Siten - Untuk prosesinya tedak siten sendiri, mungkin ada beberapa hal dari pakem yang tidak kami sertakan. Seperti misalnya ada berbagai jenis tumpeng, jajan pasar, ubi-ubian (telo kependem & telo gumantung), bubur merah-putih, menyebar udhik-udhik (beras yang diberi warna kuning & uang logam), serta sesi siraman. Berhubung kami menggunakan jasa sanggar hanya untuk sewa alatnya, tanpa menggunakan jasa pemandu adat, maka runutan acara yang kami adakan ini adalah yang menurut kami paling esensial dan merupakan hasil browsing dari blog satu ke blog lainnya:

Prosesi Tedak Siten

1. Ceker-ceker & Membasuh Kaki

Dimulai dengan menjejakkan dan menggesekkan telapak kaki anak (seperti gerakan ayam mengais) ke tanah yang sudah disiapkan dalam wadah/ tampah, biasanya juga ditaburi mawar & melati sebagai hiasan. Kemudian kaki anak dibasuh dengan air bunga setaman (Bunga Kanthil, Melati, Kenanga, Mawar Merah & Putih). Selain sebagai simbol pertama kalinya anak menjejakkan kaki di bumi, makna dari sesi ini adalah harapan agar anak kelak bisa mandiri dalam mencari rezeki dalam hidupannya.

2. Menapaki Jadah 7 Warna

Jadah adalah kue tradisional yang terbuat dari ketan yang ditumbuk, lalu dicampur parutan kelapa, gula, dan sedikit garam. Berhubung Jadah ini tidak akan dimakan, kami memutuskan untuk membuat sendiri kue jadah ini. Jadah yang sudah matang dibagi jadi tujuh, lalu diberi pewarna makanan. Tidak perlu membeli semua warna, cukup beli tiga warna dasar saja yaitu merah, biru & kuning. Warna lainnya adalah percampuran dari dua ataupun tiga warna dasar tadi. Adapun penyusunan warna jadahnya adalah dari gelap ke terang: Hitam/Coklat (percampuran 3 warna) - Ungu (campuran biru & merah) - Hijau (campuran biru & kuning) - Biru - Kuning - Merah - Putih.


Ada yang menjabarkan makna masing-masing warna jadah ini. Tapi kalau aku sendiri sih intinya ini seperti menapaki warna-warni kehidupan, dan apapun jalan yang ditempuh mudah-mudahan selalu mendapatkan kemudahan (jalan yang terang) dari Allah SWT.

3. Menaiki Tangga Tebu

Selanjutnya anak dituntun untuk menaikki tangga yang terbuat dari batang Tebu Arjuna. Kenapa harus tebu? Ini terkait dengan makna filosofinya dalam bahasa jawa. Tebu dimaknai sebagai singkatan dari Anteping Kalbu, atau yang berarti pendirian yang mantap/ tegas. Tebu juga dianggap sebagai sesuatu yang manis, sehingga sesi naik tangga tebu ini merupakan harapan agar sang anak melalui manisnya hidup dalam mencapai cita-cita, prestasi, dan kedudukan yang tinggi. Maka dari itu setelah naik tangga, anak didudukkan pada kursi yang tinggi.

4. Masuk Kurungan Ayam

Nahh... Ini nih sesi yang paling ditunggu-tunggu. Anak akan dimasukkan ke dalam kurungan ayam, di mana di dalamnya sudah disediakan berbagai jenis barang ataupun mainan. Kalau anak takut sendirian masuk ke dalam kurungan, boleh juga ditemani oleh Ibu atau Ayahnya.

Banyak yang bilang kalau barang yang akan dipilih sang anak saat berada dalam kurungan ayam ini akan jadi profesinya kelak, atau at least, jadi sesuatu yang merupakan bakat dan minatnya. Contoh barang yang diletakkan dalam kandang ayam ini mulai dari buku, pensil, celengan, kalkulator, uang, bahkan kami juga menyertakan mainan microphone hingga stetoskop.

5. Siraman

Loh bukannya tadi dibilang kalo sesi siraman di-skip? Yep. Jadi memang biasanya acara Tedak Siten ini ditutup dengan memandikan bayi dengan air bunga setaman. Tetapi agar acaranya terkesan lebih simple, maka kami memutuskan hanya membasuh-basuh saja tanpa harus membasahi seluruh badan. Karena kalau harus memandikan, berarti harus sedia handuk, popok, baju ganti, dll. Seperti yang kita tahu, makna dari siraman adalah menyucikan jiwa. (Acara Tedak Siten)

Pengertian Tedak Siten

By Unknown   Posted at  22.29   Turun Tanah Bayi No comments
Pengertian Tedak Siten - Upacara Tedak Siten, atau yang lebih dikenal dengan nama "turun tanah", merupakan sebuah tradisi budaya Jawa yang diadakan saat seorang bayi berusia tujuh bulan. Tapi ini hitungannya berdasarkan kalender Jawa ya.... Beda dengan kalender Masehi, satu bulan (Lapan) dalam kalender Jawa terdiri dari 35 hari. (7 x 35 = 245 hari, atau setara dengan 8 bulan Masehi lah kira-kira). Berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, "Tedak/ tedhak" berarti 'menapakkan kaki', sementara "Siten" berasal dari kata "Siti" yang berarti 'tanah'. Di umur-umur segini emang bayi itu lagi mulai belajar jalan, jadi di sinilah momen-momen awal dia menyentuh tanah dengan kakinya.

Pengertian Tedak Siten





Mungkin banyak juga orang Jawa, terutama yang sudah hijrah ke daerah-daerah lainnya, nggak lagi mengadakan Tedak Siten untuk anaknya. Tapi kalau saya sendiri ngeliat upacara ini sangat unik karena tidak ditemukan upacara serupa di suku-suku lainnya di Nusantara. Belum lagi doa dan harapan-harapan yang terkandung dibalik makna setiap prosesinya. Dan, yakin banget nih yang paling ditunggu-tunggu sama semua tamu di acara ini adalah saat mengetahui minat dan bakat sang anak yang konon tercermin melalui benda yang dipilihnya saat anak dimasukkan ke dalam kurungan ayam. (Acara Tedak Siten)

Back to top ↑
Connect with Us

Hubungi Kami

Ibu Hj. Suhartiningsih

Terra Griya B-9
Jalan Raya Semplak, Bogor

Hp : 0821-1397-7536
WA : 0817-20-5958

Email : rias.pengantin.bogor@gmail.com

Total Tayangan Halaman

Lokasi Kami

© 2013 Tedak Siten. Distributed By Blogger Themes | WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.