Minggu, 29 Desember 2019

Tedak Siten

By Unknown   Posted at  22.13   Turun Tanah Bayi No comments
Tedak siten adalah suatu upacara dalam tradisi budaya Jawa yang dilakukan ketika anak pertama belajar jalan dan dilaksanakan pada usia sekitar tujuh atau delapan bulan. Tahapan dalam upacara tedak siten antara lain adalah:

Acara Tedak Siten



  • Membersihkan kaki
  • Injak tanah
  • Berjalan melewati tujuh wadah: ono jadah, jenang, karo sing liya
  • Tangga tebu wulung
  • Kurungan
  • Memberikan uang
  • Melepas ayam



Secara keseluruhan, upacara ini bermakna untuk mengajarkan konsep kemandirian pada anak. (Acara Tedak Siten)

Rabu, 18 Januari 2017

Tedak Siten Anak Yenni Wahid

By Unknown   Posted at  02.39   Tedak Siten Selebriti No comments
Tedak Siten Anak Yenni Wahid-agai keturunan orang Jawa, Yenny Wahid menggelar tradisi turun tanah untuk puteri ketiganya. Sosok yang juga anak mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu lantas menjelaskan arti di balik prosesinya.



"Jadi upacara Sidak Siten itu adalah sebuah adat Jawa di mana seorang anak yang sudah menginjak usia tertentu simbolismenya mulai menapakkan kaki pertama kali di bumi, setelah sebelumnya berbulan-bulan digendong," ungkap Yenny Wahid beberapa waktu silam.

Usia puteri Yenny Wahid saat ini telah menginjak usia 10 bulan. Meski belum bisa sepenuhnya berjalan, putrinya melakukan tradisi dengan berjalan di atas tanah dari ketan berwarna-warni.

"Diharapkan bahwa dengan menginjak tanah atau ketan yang tadi maka bisa melampaui siklus kehidupan dengan baik. Menjadi anak yang soleha, menjadi anak yang sukses dalam hidupnya, berguna bagi nusa dan bangsa, sehat, selamat dan berbakti pada orang tuanya," ucapnya.



Biasanya prosesi turun tanah sendiri digelar saat bayi berusia 8-9 bulan. Namun karena kesibukan, Yenny baru sempat menggelarnya ketika sang anak sudah 10 bulan.

"Acaranya diawali dengan doa, pengajian lalu ada bacaan berjanji dan sebagainya. Semua itu untuk mendoakan agar anak ini bisa tumbuh secara maksimal sesuai potensinya," tandasnya.(Acara Tedak Siten)

Tedak Siten Anak Anang Hermansyah

By Unknown   Posted at  02.31   Tedak Siten Selebriti No comments
Tedak Siten Anak Anang Hermansyah - Mendoakan anak agar mempunyai masa depan yang baik, hal itu yang diharapkan setiap orang tua. Karenanya pasangan selebritis Anang Hermansyah dan Ashanty mengadakan syukuran Tedak Siten yang dimaksudkan agar anak mereka Asry Addara Musicia Nurhermansyah dapat menjalani kehidupan dengan bahagia.

"Hari ini kebetulan Arsy delapan bulan. Kalau di adat Jawa kita ada istilah Tedak Siten atau turun tanah. Ini secara simbolis pertama kali seorang bayi nginjek tanah. Artinya dia belum bisa jalan tapi sudah mulai dipegangin untuk jalan. Tujuannya bagus dan artianya Arsy ingin menapaki kehidupan ke depan," kata Ashanty di Cinere, Depok, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2015).


Banyak kegiatan yang dilakukan agar kelak Arsy menjadi anak yang dapat berbakti pada orang tua. Meskipun Ashanty sempat khawatir karena anaknya ini kerap menangis jika terkena hal-hal aneh.

"Dia itu orangnya gelian banget. Kayak lengket-lengket injak beras ketan dia nangis. Tapi pas dikurung ayam dia malah happy padahal aku khawatir dia nangis. Dia juga takut pas ngelepas ayam, ada juga saweran melempar uang beras sama permen. Terus tadi pas pilih mic sama piano dia pilih mic duluan baru piano karena dia the next Ariana Grande," sambung Ashanty sembari tersenyum.

Anang menambahkan, mungkin saja anaknya memilih mic lalu piano karena kelak akan menjadi musisi yang hebat. "Mungkin sesuai namanya Musicia soalnya dia mau jadi seniman karena zaman dia nanti seniman akan lebih hebat lagi," lanjut Anang di tempat yang sama.



Lebih lanjut syukuran ini dilakukan selain sebagai doa untuk anaknya tapi juga untuk melestarikan adat istiadat Jawa. "Ini sih sebenarnya adat istiadat aja tapi karena kita berdua ingin melestarikan adat istiadat jadi kita merasa kayaknya penting untuk melakukan ritual-ritual seperti ini. Apa lagi ini adat Jawa," ungkap Ashanty sembari melirik Anang.(Acara Tedak Siten)

Tedak Siten Anak Bimbim Slank

By Unknown   Posted at  02.23   Tedak Siten Selebriti No comments
Tedak Siten Anak Bimbim Slank  - Bimbim Slank drummer grup band Slank, baru saja selesai menggelar tradisi tedak siten untuk anak ketiganya, yaitu prosesi injak tanah untuk bayi yang berusia 8 bulan menurut tradisi Jawa. Maomettano Luke Almachzumi, nama sang putra tampak menjalani rangkaian prosesi adat Jawa tersebut dengan tenang tanpa rewel sedikit pun.

Tedak Siten Anak Bimbim Slank

Mengenai prosesi tedak siten, Bimbim mengakui memang selalu melestarikan tradisi warisan dari keluarga ayahnya tersebut. Sebelumnya, Bimbim juga melakukan tradisi serupa kepada dua orang anak perempuannya.


"Kan kakeknya orang Jawa. Jadi ikut upacara turun tanah, usianya udah 8 bulan, mau belajar jalan. Jadi untuk ngenalin, supaya membumi lah. Istilahnya supaya lebih perhatian sama masyarakat," tutur Bimbim di kediamannya di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7/2016).

Dalam acara tersebut, Mao, sapaan kecil Maomettano juga diharuskan melakukan berbagai prosesi simbolis seperti memilih benda yang dimaknai sebagai cita-cita sang anak saat sudah beranjak dewasa kelak. Dari berbagai benda yang disediakan, putra bungsu Bimbim tersebut mengambil pulpen dari sekian banyak benda yang ada di depannya.

"Tadi ada ngambil benda, ada gitar, penggaris, laptop, uang, alat dokter. Ya, simbol-simbol pekerjaan. Pas itu dia (Maomettano) ngambil pulpen," jelasnya.

Mengenai simbol pulpen yang diberikan pada sang anak dalam prosesi tedak siten, rockstar berusia 49 tahun itu memaknai jika sang anak kelak akan menjadi seorang penulis sukses yang berhasil menandatangani kontrak bernilai miliaran rupiah.



"Katanya nanti jadi orang pintar. Mungkin jadi penulis yang hebat. Atau akan tandatangani cek miliaran rupiah," harapnya sambil tertawa.

Maomettano Luke Almachzumi sendiri merupakan anak ketiga Bimbim Slank dan sang istri Renny Setiawati yang lahir pada 4 November 2015 lalu. Sebelumnya, pria bernama lengkap Bimo Setiawan Almachzumi tersebut sudah memiliki dua orang anak wanita yang sudah memasuki usia sekolah.
(Acara Tedak Siten)

Tedak Siten Anak Ahmad Dhani

By Unknown   Posted at  02.18   Tedak Siten Selebriti No comments
Tedak Siten Anak Ahmad Dhani - Ahmad Dhani menggelar prosesi Tedak Siten untuk anak bungsunya, Ahmad Syailendra Airlangga. Prosesi warisan adat Jawa ini merupakan tahapan pertama kali sang anak menginjakkan kaki ke bumi.

Banyak filosofi yang ada selama beberapa tahap prosesi. Bagaimana ketika sang anak menginjak tanah, dibasuh kakinya dengan air bunga, lalu menginjak beberapa wadah yang memiliki maksud tertentu.

Dari prosesi ini juga disebut-sebut sang anak bisa diketahui akan ketertarikannya. Terdapat beberapa barang untuk dipilihnya ketika berada di dalam kurungan, di antaranya uang, mainan, buku, dan lainnya.



Prosesi ini memang kental dengan nuansa Jawa. Lantunan gending Jawa dengan segala ormanen bernuansa Jawa lainnya terlihat jelas. Seluruh keluarga Dhani yang menghadiri pun mengenakan busana Jawa.

Kesan khidmat nan mistis terasa. Apalagi ditambah pernyataan Ahmad Dhani yang mengatakan bahwa prosesi adat yang dilakukannya juga dihadiri oleh arwah sang ayah dan leluhurnya dari Jerman.

"Terimakasih sudah menyaksikan prosesi adat kami bersama keluarga kecil kami. Dihadiri juga oleh arwah dari orangtua kita, spirit dari orangtua saya, Eddy Abdul Manaf. Oma, opa saya, Kohler. Hadir sekarang," kata Ahmad Dhani di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/1)"

Tedak Siten sendiri diambil dari bahasa Jawa, tedak berarti turun, sementara siten dari kata siti yang bermakna tanah. Dhani sendiri sudah melakukan prosesi warisan leluhur ini semenjak anak pertamanya, Al Ghazali berusia 7 bulan.



"Bahkan videonya masih saya simpan. Tradisi orang baik lah. Tradisi ini baik. Seharusnya nggak hanya orang Jawa, mereka yang hidup di pulau Jawa, makan dari pulau Jawa juga melestarikan budaya leluhur," tutur Ahmad Dhani.




"Di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung. Maka dari itu, kita memijak tanah Jawa, menjunjung tinggi tradisi dan filosofi-filosofi yang ada. Dan ini sudah saya lakukan pada Al, El, Dul," tukas Ahmad Dhani.


(Acara Tedak Siten)

Selasa, 03 Januari 2017

Tedak Siten Rafathar Yang Mewah

By Unknown   Posted at  23.37   Tedak Siten Selebriti No comments
Tedak Siten Rafathar Yang Mewah - Dalam upacara Tedak Siten ini ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, mulai dari membersihkan kaki, menginjak tanah, berjalan melewati 7 wadah, tangga tebu wulung, dimasukkan ke dalam kurungan dan memilih 2 benda. Benda yang dipilih dipercaya menjadi tanda masa depan dari anak yang baru saja Tedak Siten tersebut. Nah Rafathar memilih apa ya?


Ternyata dari sekian benda yang digelar di dekat kurungan, Rafathar memilih kacamata dokter, peralatan tentara dan juga tasbih.






Wah apakah nanti saat dewasa Rafathar akan jadi dokter atau tentara ya? Gigi, panggilan akrab Nagita Slavina mengungkapkan bahwa ia dan Raffi tidak akan menuntut Rafathar untuk apapun yang penting menjadi anak yang sholeh. Amin.(Acara Tedak Siten)

Tedak Siten: Ritual Adat untuk Bayi

By Unknown   Posted at  23.32   Tedak Siten No comments
Tedak Siten: Ritual Adat untuk Bayi - Apa sih tedak siten itu? Ritual adat injak tanah untuk bayi usia tujuh bulan. Penasaran mengenai prosesi dan penjabarannya, simak saja ulasan lengkapnya berikut ini.

Tedak Siten

Tedak siten merupakan budaya warisan leluhur masyarakat Jawa untuk bayi yang berusia sekitar tujuh atau delapan bulan. Tedak siten dikenal juga sebagai upacara turun tanah. ‘Tedak’ berarti turun dan ‘siten’ berasal dari kata ‘siti’ yang berarti tanah. Upacara tedak siten ini dilakukan sebagai rangkaian acara yang bertujuan agar si kecil tumbuh menjadi anak yang mandiri.



Tradisi ini dijalankan saat si kecil berusia hitungan ke-tujuh bulan dari hari kelahirannya dalam hitungan pasaran jawa. Perlu diketahui juga bahwa hitungan satu bulan dalam pasaran jawa berjumlah 36 hari. Jadi bulan ke-tujuh kalender jawa bagi kelahiran si bayi setara dengan 8 bulan kalender masehi.

Bagi para leluhur, adat budaya ini dilaksanakan sebagai penghormatan kepada bumi tempat si kecil mulai belajar menginjakkan kakinya ke tanah dalam istilah jawa disebut tedak siten. Selain itu juga diiringi oleh doa-doa dari orangtua dan sesepuh sebagai pengharapan agar kelak si kecil bisa sukses dalam menjalani kehidupannya.

Prosesi tedak siten dimulai di pagi hari dengan serangkaian makanan tradisional untuk selamatan. Makanan tradisional tersebut berupa ‘jadah’/’tetel’ tujuh warna. Makanan ini terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan parutan kelapa muda dan ditumbuk hingga bercampur menjadi satu dan bisa diiris. Beras ketan tersebut diberi pewarna merah, putih, hitam, kuning, biru, jingga dan ungu. Jadah ini menjadi simbol kehidupan bagi si kecil, sedangkan warna-warni yang diaplikasikan menggambarkan jalan hidup yang harus dilalui si bayi kelak. Penyusunan jadah ini dimulai dari warna hitam hingga ke putih, sebagai simbol bahwa masalah yang berat nantinya ada jalan keluar / titik terang.

Makanan tradisional lainnya yang disediakan untuk acara tedak siten ini berupa tumpeng dan perlengkapannya serta ayam utuh. Tumpeng sebagai simbol permohanan orang tua agar si bayi kelak menjadi anak yang berguna, sayur kacang panjang sebagai simbol umur panjang, sayur kangkung sebagai simbol kesejahteraan, kecambah sebagai simbol kesuburan, sedangkan ayam adalah simbol kemandirian.

Setelah acara selamatan dengan mengumpulkan para undangan telah dibagikan, rangkaian acara tedak siten dilanjutkan dengan prosesi menapakkan kaki si kecil diatas jadah 7 warna. Selanjutnya adalah prosesi naik tangga. Tangga tradisional yang dibuat dari tebu jenis ‘arjuna’ dengan dihiasi kertas warna-warni ini melambangkan harapan agar si bayi memiliki sifat kesatria si Arjuna (tokoh pewayangan yang dikenal bertanggungjawab dan tangguh). Dalam bahasa Jawa ‘tebu’ merupakan kependekan dari ‘antebing kalbu’ yang bermakna kemantaban hati.

Prosesi Tedak Siten

Prosesi selanjutnya adalah prosesi di mana si kecil dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang telah dihias dengan kertas berwarna warni. Prosesi ini menyimbolkan bahwa kelak si kecil akan dihadapkan pada berbagai macam jenis pekerjaan yang bermacam-macam. Jika kurungan ayam besar prosesi selanjutnya bisa dilakukan di dalam kurungan, tetapi seringkali agar anak merasa lebih leluasa, prosesi selanjutnya dilakukan di luar kurungan. Si kecil dihadapkan dengan beberapa barang untuk dipilih seperti cincin/uang, alat tulis, kapas, cermin, buku, pensil dan lainnya kemudian dibiarkan mengambil salah satu dari barang tersebut, barang yang dipilihnya merupakan gambaran hobi dan masa depannya kelak.

Selanjutnya Bunda menebarkan beras kuning (beras yang dicampur dengan parutan kunir) yang telah dicampur dengan uang logam untuk di perebutkan oleh undangan anak-anak dimaksudkan agar si kecil memiliki sifat dermawan.

Rangkaian prosesi tedak siten diakhiri dengan memandikan si kecil ke dalam air bunga setaman lalu dipakaikan baju baru. Prosesi pemakaian baju baru inipun dengan menyediakan 7 baju yang pada akhirnya baju ke-7 yang akan dia pakai. Hal ini menyimbolkan pengharapan agar si kecil selalu sehat, membawa nama harum bagi keluarga, hidup layak, makmur dan berguna bagi lingkungannya.

Semoga penjabaran tentang ritual adat jawa untuk si bayi di acara ‘tedak siten’ ini bisa memperluas pengetahuan tentang nilai-nilai luhur budaya leluhur bagi para generasi penerus.(Acara Tedak Siten)

Acara Tedak Siten Artis

By Unknown   Posted at  23.26   Tedak Siten No comments
Acara Tedak Siten Artis - Anak dari Anang Hemansyah dan Ashanty yang bernama Arsy Addara Musicia kini telah mencapai usia 8 bulan. Kedua orang tuanya pun pada hari ini (Sabtu, 22 Agustus 2015) menggelar acara adat yaitu Tedak Siten yang merupakan adat istiadat turun tanah yang berasal dari Jawa untuk sang buah hati tercinta. Baby Arsy, begitu panggilan akrabnya, tampak lucu dengan setelah kebaya bewarna ungu yang membaluti tubuhnya yang mungil. Tak ketinggalan Anang dan Ashanty serta kakak-kaka dari baby Arsy, Aurel dan Azriel, yang juga mengenakan setelah seragam berwarna ungu.



Sebagai orang berdarah Jawa, Anang Hermansyah dan Ashanty ingin melestarikan adat istiadat yang selama ini mengiringi hidup mereka. Oleh karena itu, keduanya menggelar Tedak Siten atau acara turun tanah untuk anak mereka, Arsy Addara Musicia atau baby Arsy yang sudah menginjak usia 8 bulan.

“Hari ini kebetulan Asry delapan bulan, kalau di adat Jawa kita ada istilah Tedak Siten atau turun tanah, nginjek tanah. Artinya dia belum bisa jalan tapi sudah mulai bisa dititah, jalan tetapi masih dipegangin,” ujar Ashanty kepada para awak media.

Anang dan Ashanty yang memiliki darah jawa tersebut ingin melestarikan adat istiadat dan mereka turunkan terhadap buah hati mereka. Menurut mereka ritual-ritual seperti penting untung dilakukan agar adat istiadat dari tanah jawa tersebut dapat lestari kelangsungannya.

“Ini sih sebenarnya adat istiadat aja tapi karena kita berdua ingin melestarikan adat istiadat jadi kita merasa kayaknya penting untuk melakukan ritual-ritual seperti ini. Apa lagi ini adat Jawa,” tutur Ashanty.

 (Acara Tedak Siten)

Kamis, 29 Desember 2016

Prosesi Tedak Siten

By Unknown   Posted at  22.33   Turun Tanah Bayi No comments
Prosesi Tedak Siten - Untuk prosesinya tedak siten sendiri, mungkin ada beberapa hal dari pakem yang tidak kami sertakan. Seperti misalnya ada berbagai jenis tumpeng, jajan pasar, ubi-ubian (telo kependem & telo gumantung), bubur merah-putih, menyebar udhik-udhik (beras yang diberi warna kuning & uang logam), serta sesi siraman. Berhubung kami menggunakan jasa sanggar hanya untuk sewa alatnya, tanpa menggunakan jasa pemandu adat, maka runutan acara yang kami adakan ini adalah yang menurut kami paling esensial dan merupakan hasil browsing dari blog satu ke blog lainnya:

Prosesi Tedak Siten

1. Ceker-ceker & Membasuh Kaki

Dimulai dengan menjejakkan dan menggesekkan telapak kaki anak (seperti gerakan ayam mengais) ke tanah yang sudah disiapkan dalam wadah/ tampah, biasanya juga ditaburi mawar & melati sebagai hiasan. Kemudian kaki anak dibasuh dengan air bunga setaman (Bunga Kanthil, Melati, Kenanga, Mawar Merah & Putih). Selain sebagai simbol pertama kalinya anak menjejakkan kaki di bumi, makna dari sesi ini adalah harapan agar anak kelak bisa mandiri dalam mencari rezeki dalam hidupannya.

2. Menapaki Jadah 7 Warna

Jadah adalah kue tradisional yang terbuat dari ketan yang ditumbuk, lalu dicampur parutan kelapa, gula, dan sedikit garam. Berhubung Jadah ini tidak akan dimakan, kami memutuskan untuk membuat sendiri kue jadah ini. Jadah yang sudah matang dibagi jadi tujuh, lalu diberi pewarna makanan. Tidak perlu membeli semua warna, cukup beli tiga warna dasar saja yaitu merah, biru & kuning. Warna lainnya adalah percampuran dari dua ataupun tiga warna dasar tadi. Adapun penyusunan warna jadahnya adalah dari gelap ke terang: Hitam/Coklat (percampuran 3 warna) - Ungu (campuran biru & merah) - Hijau (campuran biru & kuning) - Biru - Kuning - Merah - Putih.


Ada yang menjabarkan makna masing-masing warna jadah ini. Tapi kalau aku sendiri sih intinya ini seperti menapaki warna-warni kehidupan, dan apapun jalan yang ditempuh mudah-mudahan selalu mendapatkan kemudahan (jalan yang terang) dari Allah SWT.

3. Menaiki Tangga Tebu

Selanjutnya anak dituntun untuk menaikki tangga yang terbuat dari batang Tebu Arjuna. Kenapa harus tebu? Ini terkait dengan makna filosofinya dalam bahasa jawa. Tebu dimaknai sebagai singkatan dari Anteping Kalbu, atau yang berarti pendirian yang mantap/ tegas. Tebu juga dianggap sebagai sesuatu yang manis, sehingga sesi naik tangga tebu ini merupakan harapan agar sang anak melalui manisnya hidup dalam mencapai cita-cita, prestasi, dan kedudukan yang tinggi. Maka dari itu setelah naik tangga, anak didudukkan pada kursi yang tinggi.

4. Masuk Kurungan Ayam

Nahh... Ini nih sesi yang paling ditunggu-tunggu. Anak akan dimasukkan ke dalam kurungan ayam, di mana di dalamnya sudah disediakan berbagai jenis barang ataupun mainan. Kalau anak takut sendirian masuk ke dalam kurungan, boleh juga ditemani oleh Ibu atau Ayahnya.

Banyak yang bilang kalau barang yang akan dipilih sang anak saat berada dalam kurungan ayam ini akan jadi profesinya kelak, atau at least, jadi sesuatu yang merupakan bakat dan minatnya. Contoh barang yang diletakkan dalam kandang ayam ini mulai dari buku, pensil, celengan, kalkulator, uang, bahkan kami juga menyertakan mainan microphone hingga stetoskop.

5. Siraman

Loh bukannya tadi dibilang kalo sesi siraman di-skip? Yep. Jadi memang biasanya acara Tedak Siten ini ditutup dengan memandikan bayi dengan air bunga setaman. Tetapi agar acaranya terkesan lebih simple, maka kami memutuskan hanya membasuh-basuh saja tanpa harus membasahi seluruh badan. Karena kalau harus memandikan, berarti harus sedia handuk, popok, baju ganti, dll. Seperti yang kita tahu, makna dari siraman adalah menyucikan jiwa. (Acara Tedak Siten)

Pengertian Tedak Siten

By Unknown   Posted at  22.29   Turun Tanah Bayi No comments
Pengertian Tedak Siten - Upacara Tedak Siten, atau yang lebih dikenal dengan nama "turun tanah", merupakan sebuah tradisi budaya Jawa yang diadakan saat seorang bayi berusia tujuh bulan. Tapi ini hitungannya berdasarkan kalender Jawa ya.... Beda dengan kalender Masehi, satu bulan (Lapan) dalam kalender Jawa terdiri dari 35 hari. (7 x 35 = 245 hari, atau setara dengan 8 bulan Masehi lah kira-kira). Berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, "Tedak/ tedhak" berarti 'menapakkan kaki', sementara "Siten" berasal dari kata "Siti" yang berarti 'tanah'. Di umur-umur segini emang bayi itu lagi mulai belajar jalan, jadi di sinilah momen-momen awal dia menyentuh tanah dengan kakinya.

Pengertian Tedak Siten





Mungkin banyak juga orang Jawa, terutama yang sudah hijrah ke daerah-daerah lainnya, nggak lagi mengadakan Tedak Siten untuk anaknya. Tapi kalau saya sendiri ngeliat upacara ini sangat unik karena tidak ditemukan upacara serupa di suku-suku lainnya di Nusantara. Belum lagi doa dan harapan-harapan yang terkandung dibalik makna setiap prosesinya. Dan, yakin banget nih yang paling ditunggu-tunggu sama semua tamu di acara ini adalah saat mengetahui minat dan bakat sang anak yang konon tercermin melalui benda yang dipilihnya saat anak dimasukkan ke dalam kurungan ayam. (Acara Tedak Siten)

Back to top ↑
Connect with Us

Hubungi Kami

Ibu Hj. Suhartiningsih

Terra Griya B-9
Jalan Raya Semplak, Bogor

Hp : 0821-1397-7536
WA : 0817-20-5958

Email : rias.pengantin.bogor@gmail.com

Total Tayangan Halaman

Lokasi Kami

© 2013 Tedak Siten. Distributed By Blogger Themes | WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.